25 November 2020

1 Wafat 2 Positif ,Toko Kelontong di Danurejan Yogya Jadi Tempat Penularan Corona

2 min read

Seorang pedagang toko kelontong di Bausasran, Danurejan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, meninggal dunia akibat Covid-19. Dan dua anggota keluarganya pun diisolasi karena positif Covid-19.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, mengatakan, toko kelontong tersebut kini sudah ditutup. “Ada satu yang meninggal dan dua anggota keluarga positif. Sudah diisolasi yang positif,” kata dia saat ditemui di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Patangpuluhan, Kota Yogyakarta, Rabu (2/9).

Heroe mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan gambaran sebaran Covid-19 dari toko tersebut. “Sedang kami tracing, belum bisa memberikan gambaran seperti apa sebenarnya. Lingkungan sekitar saat ini belum sampai tingkat lockdown juga,” kata dia.

Baca Juga :

Klaster Baru COVID-19 di Yogya , Soto Lamongan Depan XT Square

Viral Keributan di Jalan Affandi Gejayan hingga Meludahi Kamera Pengendara Motor

Wakil Wali Kota Yogyakarta ini mengungkapkan pelacakan kontak juga masih dilakukan untuk klaster penularan sebelumnya, yakni di warung soto Lamongan di daerah Pandeyan, Umbulharjo. Pelacakan fokus pada para pembeli di warung itu selama bulan Agustus.

“Para pembeli kami minta periksa ke layanan kesehatan terdekat. Beberapa sudah ada yang telepon. Ada rombongan goweser yang sempat ke sana. Teman wartawan juga sering makan di sana,” ucapnya.

Sebanyak 26 orang telah menjalani tes usap dari klaster warung soto ini. Sepuluh orang dinyatakan positif Covid-19. Mereka adalah keluarga besar pedagang dan pekerja warung yang tinggal di satu rumah.

Heroe mengatakan, kasus Covid-19 di warung soto dan toko ini kembali jadi peringatan agar protokol kesehatan pencegahan Covid-19 wajib dijalankan. Petugas pun diminta mengawasi tempat publik secara acak. “Protokol kesehatan wajib dijalankan tidak hanya di hotel atau restoran, tapi semua. Warung, angkringan, dan sebagainya,” imbuhnya.

Apalagi, kata Heroe, kini mutasi atas virus penyebab Covid-19 terdeteksi di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Mutasi virus itu mempunyai kecepatan penularan 10 kali lipat . “Adanya mutasi virus itu, pertahanan terakhir kita bagaimana menjalankan protokol Covid sungguh-sungguh terhadap siapapun,” kata Beliau.

Heroe berkata, disiplin protokol Covid-19 juga harus dijalankan di lingkungan keluarga. Sebab sampai kini sedikitnya sembilan keluarga di Kota Yogyakarta yang terinfeksi virus Corona baru ini.

“Ada satu keluarga yang anggotanya tujuh orang, empat orang, tiga orang. Artinya, memang mungkin di rumah tidak menggunakan protokol Covid secara sungguh-sungguh dan seksama, sehingga terjadi penularan di keluarga,” pungkasnya.

Sumber : Gatra.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *