23 Oktober 2020

Ada Demo Gejayan Memanggil soal RUU Cipta Kerja Tapi Tetap Terapkan Physical Distancing

2 min read

Sejumlah mahasiswa dari berbagai Kampus dan elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) menggelar aksi unjuk rasa Gejayan Memanggil untuk menggagalkan RUU Cipta Kerja. Massa tiba di simpang tiga Jalan Gejayan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta sekitar pukul 15.00 WIB dengan membawa sejumlah spanduk bertuliskan gagalkan Omnibuslaw. Sesampainya di pertigaan Gejayan peserta aksi lantas duduk di badan jalan. Selain mengenakan masker, peserta aksi juga mengatur jarak untuk mencegah penyebaran virus corona.”Teman-teman atur jarak, physical distancing,” kata salah seorang dari orator, Kamis (16/7/2020).

Humas ARB, Revo menjelaskan bahwa peserta aksi akan semaksimal mungkin menerapkan protokol kesehatan untuk melindungi diri masing-masing dari Penyebaran Virus COVID.”Di tengah pandemi COVID kita berusaha melakukan protokol kesehatan. Bukan karena kami menerima anjuran pemerintah tapi kami peduli kesehatan kita,” ujarnya. Lusi, Humas ARB lain juga mengatakan bahwa peserta aksi memutuskan untuk turun ke jalan setelah upaya penyampaian aspirasi mereka melalui daring tidak mendapat respons positif.

“Selama ini kami menilai bahwa aksi di media sosial sebagai komplementer saja, Karena kami nggak melihat adanya respons positif dari pemerintah,” ujarnya. Sementara Jalan Gejayan kembali dipilih peserta aksi karena merupakan sejarah reformasi 1998. Menurutnya perjuangan di Gejayan tidak akan pernah putus sampai disini.

“Ini merupakan glorifikasi kejadian tahun 98 yang kemudian menjadi panggilan kita bahwasanya ada perjuangan yang tidak akan pernah putus dan perlawanan tidak putus itu selalu ada. Masyarakat cerdas tidak bisa dibodohi oleh pemerintah dan kita selalu mengkritisi pemerintah kalau salah dan tidak mendengarkan rakyat,” katanya.

Inilah 7 Tuntutan Aksi Gejayan Memanggil

1. Gagalkan Omnibus Law RUU Cipta Kerja

2. Berikan jaminan kesehatan, ketersediaan pangan, pekerjaan dan upah layak untuk rakyat terutama di saat pandemi.

3. Gratiskan UKT/SPP dua semester selama pandemi.

4. Cabut UU Minerba, batalkan RUU Pertanahan, dan tinjau ulang RUU KUHP.

5. Segera sahkan RUU PKS.

6. Hentikan dwi fungsi Polri yang saat inu banyak menempati jabatan publik dan akan dilegalkan dalam Omnibus Law RUU Cipta Kerja.

7. Menolak Otonomi Khusus Papua dan berikan hak penentuan nasib sendiri dengan menarik seluruh komponen militer, mengusut tuntas pelanggaran HAM, dan bilaruang demokrasi seluas-luasnya.

Setelah Berdemo , Masa membubarkan diri secara tertib.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *