23 Oktober 2020

Vonis Penabrak 2 Tersangka Klitih Meninggal di Sleman

2 min read

Flutulang – Terdakwa Nur Irawan, 35 tahun, laki-laki yg dituduh menghilangkan nyawa R & A 2 remaja yg diduga pelaku klitih dalam bulan Desember 2018 kemudian divonis 10 bulan pada sidang pada Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Selasa, 4 Agustus 2020.

Berita Sebelumya warga Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, Nur BBerita Sebelumya masyarakat Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, Nur Irawan ini dituntut selama 2,lima bulan. Nur Irawan selama menjalani masa tahanan berada pada Lapas Kota Yogyakarta.

Hakim Ketua Pengadilan Suparna pada putusannya mengungkapkan bahwa terdakwa terbukti melanggar Pasal 310 ayat 4 Undang-undang Dasar angka 22 tahun 2009 mengenai Lalu Lintas & Angkutan Jalan. Di mana terdakwa mengakibatkan kelalaian waktu mengendarai kendaraan yg menghilangkan nyawa orang . Keputusan Pengadilan Negeri Sleman dibacakan dalam Selasa, 4 Agustus 2020 kemarin.

Sementara Hanifah sebagai salah satu Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak banyak memberikan respons terhadap putusan hakim ketua tersebut. Dirinya hanya menyampaikan pendapat bahwa “Nanti pikir-pikir dulu”.

Kilas Balik Kejadian Perkara

Kasus masalah ini bermula dalam 7 Desember 2018 dini hari. saat itu insiden kecelakaan ini terjadi pada Jalan Kebun Agung, Seyegan, Sleman. Informasi menurut polisi berdasar berita Nur Irawan waktu itu, R & A diduga akan melakukan klitih sesudah menghambat kendaraan beroda empat pikap yg dikemudikannya itu.

Terdakwa Nur Irawan kemudian berbalik arah dan mengejar A dan R yang melaju menuju arah Seyegan. Sampai di pertigaan Bakalan, Nur Irawan sempat diingatkan istrinya agar tidak melakukan pengejaran. Namun, karena masih melihat sorot lampu motor, Nur Irawan terus mengejar pelaku .

Baca Juga:

Setibanya di perempatan Seyegan, salah satu dari terduga pelaku mengacungkan stik besi sambil mengancam akan membunuh Nur Irawan dan istrinya. Kedua pelajar itu terus memacu motornya ke arah Barat. Hingga akhirnya mobil Nur Irawan menabrak motor R dan A yang mengakibatkan dua remaja itu meninggal dunia di tempat. Keluarga R dan A akhirnya melapor ke polisi terkait peristiwa tersebut. dikarenakan tidak terima dengan kejadian itu .

Sumber : Tagar.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *